SSD - HardDisk Masa Depan

Published Date

Hard Disk atau biasa dikenal dengan HDD (Hard Disk Drive), adalah media penyimpanan paling lama yang terus bertahan di komputer kita. Sejak dibuat pertama kali pada tahun 1979 yang berukuran 3 Mega Bytes, Seagate yang menjadi perusahaan pertama pembuat harddisk sampai dengan saat ini terus mengembangkan industrinya.

Kekurangan dari harddisk hingga saat ini adalah kerusakan pada media fisiknya yang memang menjadi kendala bagi banyak pengguna komputer. Kedua motor yang menggerakkannya, yaitu untuk menggerakkan piringan dan menggerakkan lengan yang berisi head untuk pembacaan data. Motor listrik tersebut memiliki batas waktu penggunaan. Rata-rata 700.000 jam motor pada harddisk sudah mengalami kerusakan. Kondisi ini diperparah lagi apabila harddisk mengalami benturan keras yang akan merusak head dan cakram yang ada didalamnya.

Bagaimana solusinya ?


Gambar 1. Cara Kerja HardDisk
courtesy http://www.tms.com


Kadangkala, karena ketidakstabilan listrik, motor listrik juga mudah rusak. HDD mengalami benturan keras pada saat sedang ber-aktifitas juga menyebabkan kerusakan permanen pada cakram karena head yang akan menggoresnya.

SSD (Solid State Disk) adalah media yang sejak beberapa waktu lalu dipersiapkan untuk menggantikan harddisk. SSD dibuat atas dasar perkembangan Flashdisk yang semakin hari semakin berkembang, baik dari sisi kapasitas maupun ketahanannya.

Gambar 2. Pembandingan HDD dan SSD
Courtesy http://www.pctechguide.com

SSD tidak lagi terdiri dari piringan berupa cakram dan head baca berlengan. SSD terdiri dari kumpulan chip seperti pada flashdisk, atau biasa dikenal dengan memori NAND Flash. Chip pada memori berjenis NAND Flash ini mirip bentuknya seperti chip pada memori DDRAM, namun NAND Flash ini bersifat non-volatile, artinya tidak membutuhkan arus listrik untuk mempertahankan data yang terletak padanya.

Sampai dengan berita ini ditulis, kapasitas terbesar dari SSD sebesar 64 GB, dibuat oleh Samsung Corp. Pada akhir tahun 2008, pihak Samsung akan memasarkan kapasitas SSD berukuran 256 GB. Memang kapasitas sebesar ini masih belum dapat menandingi kapasitas harddisk yang telah mencapai 1 Tera Byte, namun karena reliabilitasnya yang lebih baik daripada harddisk, maka media ini dimasa depan akan menjadi media pilihan.

Gambar 3. SSD dengan interface PATA (IDE) dan SATA untuk notebook

Konektornya sama seperti harddisk biasa, ada IDE (PATA) dan SATA, kondisi ini dipertahankan, karena memang SSD bukanlah menjadi media penyimpanan dengan interface baru, namun dibuat sebagai pengganti harddisk.
Terdapat SSD berukuran 2.5inchi seperti harddisk notebook, dan juga SSD berukuran 3.5" untuk harddisk komputer desktop dengan konektor IDE yang lebih besar.

Berikut ini adalah gambaran perbedaan antara HDD dan SSD yang kami ambil dari situs samsung.com.

Gambar 4. Perbedaan SSD dan HDD
Courtesy http://www.samsung.com

  • Berat SSD sangat ringan, 1/5 dari berat HDD dengan kapasitas mendekati. SSD kapasitas 64GB dan HDD 80 GB.
  • Kecepatan baca SSD sangat bagus, 50% lebih cepat dalam pembacaan dan 48 % lebih cepat dalam penulisan.
  • Konsumsi listrik sangat rendah, karena tidak menggunakan motor seperti pada harddisk. SSD hanya membutuhkan 1 Watt saja.
  • Meski tidak mengeluarkan suara (0 dB), namun untuk penggunaan lama, SSD 15% lebih panas dibandingkan HDD.
  • MTBF (Mean Time Between Failure) atau masa waktu pakai pada SSD lebih lama, diatas 2 Milyar jam, sedangkan harddisk hanya bisa digunakan maksimal 0.7 Milyar jam.

Keuntungan menggunakan SSD :

  • Waktu start lebih cepat, karena berupa chip yang terdiri dari transistor2, jelas lebih cepat dibandingkan media perputaran seperti harddisk
  • Kecepatan akses pencarian dan pembacaan, karena tidak ada elemen yang bergerak atau berputar
  • Waktu booting komputer akan lebih cepat
  • Tanpa suara
  • Listrik sangat kecil
  • Tanpa ada resiko kerusakan fisik karena motor yang rusak atau cakram yang tergores oleh head karena benturan keras seperti pada HardDisk
  • Resiko penyimpanan yang ter-fragmentasi lebih kecil, karena tidak ada media yang berputar atau bergerak.
  • Lebih ringan

Kekurangan pada SSD :

  • Harga masih sangat mahal, per GB-nya mencapai $3.5 USD, jadi untuk SSD berkapasitas 40 GB, harganya sekitar $140 USD atau sekitar Rp. 1.330.000,- (1 USD = Rp.9500)
  • Kapasitas belum terlalu besar
  • Lebih rentan pada listrik yang tidak stabil, yang akan menyebabkan kehilangan data
  • Penghapusan pada data yang berkapasitas besar membutuhkan waktu yang cukup lama
  • Bekerja dengan cara random, karena itu penulisan data dengan struktur sequential akan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan HDD.

Gambar 5. Sony VAIO UX90S - UMPC Pengguna SSD
Courtesy http://www.sony.com

Pada awalnya SSD dipergunakan pada UMPC (Ultra Mobile PC) seperti Sony VAIO UX90, namunbBeberapa perangkat notebook juga telah menggunakannya.

Notebook MacBook Air yang diluncurkan pada bulan Januari 2008 dan dinobatkan sebagai notebook paling tipis di dunia, serta notebook Lenovo X300 (diluncurkan pada Februari 2008) keduanya telah menggunakan SSD kapasitas 64GB.

Bagaimana ? Anda tertarik menggunakannya, mari kita tunggu pasaran harddisk SSD ini masuk ke Indonesia, baik untuk mencobanya atau menggunakannya secara permanen.

 

 

Berita Harian Akademik

0413829

© 2002 - 2018 | Bagian Sistem Informasi